Mahasiswa Harus Waspadai Manipulasi AI
- account_circle Alya Lizayanti
- calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cibitunghitz, Bekasi – Indonesia Cerdas Fest 2026 berlangsung di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (11/3). Dalam kegiatan ini, Co-Founder Yayasan Bina Sarana Informatika (BSI), Ir. Naba Aji Notoseputro, menyoroti dampak pesat perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terhadap kesiapan lulusan perguruan tinggi.
Dalam paparannya, Naba menjelaskan bahwa teknologi AI berkembang sangat cepat. Bahkan, teknologi tersebut kini mampu memanipulasi realitas, termasuk wajah dan suara melalui deepfake. Oleh karena itu, kondisi ini menjadi tantangan baru, terutama bagi lulusan yang belum siap menghadapi perubahan teknologi.
“Ketika realita bisa dipalsukan, keahlian apa yang akan menyelamatkan karier Anda?” ujar Naba di hadapan peserta. Ia kemudian menegaskan bahwa kemampuan berpikir kritis menjadi kunci utama yang tidak dapat digantikan mesin.
Selain itu, Naba menekankan bahwa dunia kerja ke depan tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis. Ia menyebut critical thinking sebagai fondasi utama. Dengan demikian, kemampuan tersebut akan membedakan manusia dari mesin di tengah pesatnya perkembangan AI.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa mahasiswa juga perlu menguasai literasi AI. Ia menjelaskan bahwa industri lebih menghargai lulusan yang mampu mengombinasikan literasi AI dengan kemampuan analitis. Dengan kemampuan tersebut, lulusan dapat memilah informasi secara tepat di tengah arus informasi yang semakin kompleks.
Sementara itu, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi era digital. Melalui kegiatan ini, pihak kampus berharap mahasiswa tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu menggunakan teknologi secara bijak.
Ke depan, kemampuan berpikir kritis akan menjadi bekal penting bagi lulusan. Oleh sebab itu, lulusan perlu meningkatkan kemampuan tersebut agar tetap relevan dan mampu bersaing di dunia kerja yang terus berubah.
- Penulis: Alya Lizayanti
- Editor: Mutiara

Saat ini belum ada komentar