Mahasiswa UBSI Cibitung Sukses Gelar Kegiatan Pengabdian Masyarakat di SMP Noer Hidayah
- account_circle Mutiara
- calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dokumentasi Kegiatan Pengabdian Masyarakat di SMP Noer Hidayah
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cibitunghitz, Bekasi – Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Cibitung melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di SMP Noer Hidayah pada pagi hari ini 29 April 2026, Mengusung tema “Cinta Tanah Air Melalui Aksi Hijau”, kegiatan ini berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 08.20 WIB.
Sinergi Edukasi: Mengaitkan Nasionalisme dengan Kelestarian Alam
Moderator Gita Romadhon Salsabila Azzahra mengawali acara, dengan sesi pembukaan yang memberikan pengantar mengenai pentingnya kontribusi siswa bagi lingkungan sekolah. Setelah sesi pembukaan, narasumber menyampaikan materi inti dalam dua tahap utama.
Dwi Mutiara Lebriantri menyampaikan materi pertama dengan mengaitkan nilai-nilai nasionalisme dan tanggung jawab menjaga kelestarian alam Indonesia; sesi ini bertujuan membangun pola pikir bahwa menjaga kebersihan adalah wujud nyata cinta tanah air.
Selanjutnya, Nadya Rizna Irmanda memaparkan materi teknis mengenai dampak limbah plastik dan implementasi metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Materi ini menekankan pada cara-cara praktis bagi siswa, untuk mengurangi sampah dalam kehidupan sehari-hari secara berkelanjutan.
Implementasi Kreatif: Program “1 Kelas 1 Tong Sampah”
Memasuki agenda berikutnya, Chelsea Khairun Azzahra dan Yekha Wangsi Ailine memandu sesi praktik interaktif dan kuis. Pada sesi ini, para siswa terlibat langsung dalam program “1 Kelas 1 Tong Sampah”. Dengan menghias tempat sampah dari bahan daur ulang (galon bekas) menggunakan cat akrilik, panitia juga menyelenggarakan sesi kuis untuk menguji pemahaman siswa.
Antusiasme Tinggi: Transformasi Barang Bekas Menjadi Karya Seni
Para siswa menunjukkan antusiasme luar biasa, sepanjang rangkaian acara saat sesi penyampaian materi mereka menciptakan suasana kelas yang kondusif dengan mendengarkan secara seksama setiap penjelasan narasumber. Ketertarikan mereka semakin memuncak saat memasuki sesi kuis; para siswa berebut mengacungkan tangan dan berani menjawab setiap tantangan pertanyaan. Sebagai bentuk penghargaan atas keberanian tersebut, mahasiswa memberikan apresiasi berupa makanan ringan bagi mereka yang aktif berpartisipasi.
Kegembiraan berlanjut saat para siswa sesi praktik, melukis tempat sampah dari galon daur ulang dalam tiga kelompok besar yang saling bekerja sama. Para siswa terlihat sangat antusias, menuangkan ide kreativitas kolektif mereka ke dalam wadah plastik tersebut.
Dengan penuh semangat, setiap kelompok memadukan warna-warna cat akrilik untuk mengubah barang bekas menjadi karya seni yang fungsional. Sehingga, menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan.
Apresiasi Prestasi: Memupuk Semangat Kompetisi yang Positif
Guna menambah semangat kompetisi yang positif, mahasiswa memberikan apresiasi khusus bagi hasil karya terbaik. Mahasiswa memberikan penghargaan kepada Juara 1, 2, dan 3 berupa paket makanan ringan yang menarik. Seluruh anggota kelompok pemenang dapat membagikan dan menikmati hadiah tersebut bersama-sama.
Komitmen Bersama: Harapan untuk Budaya Sekolah Bersih
Ketua Pelaksana Kegiatan, Reihanda Rizan Ramadhan, menyatakan:
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan sampah, serta mendorong kreativitas dalam memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat. Kami berharap, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kehidupan sehari-hari. Mari kita ikuti seluruh rangkaian acara dengan semangat dan partisipasi aktif, agar kegiatan ini berjalan lancar dan bermanfaat.”
Pihak SMP Noer Hidayah, Ibu Sariyanti, S.Pd.I, turut memberikan tanggapan positif atas inisiatif ini:
“Terima kasih kepada teman-teman dari UBSI yang datang dengan misi luar biasa, melalui penyampaian yang edukatif dan bahasa yang mudah dipahami siswa. Anak-anak kini lebih mengerti cara menjaga lingkungan sekolah, kami dari pihak sekolah merasa sangat puas. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di masa depan, untuk memperluas edukasi lingkungan di sekolah-sekolah.”
Dampak Positif: Membentuk Karakter Peduli Lingkungan Sejak Dini
Kegiatan ini memberikan manfaat signifikan bagi siswa, dalam membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini. Selain meningkatkan pemahaman teknis mengenai metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle), penyelenggara juga mengajak para siswa mengasah kreativitas dengan memanfaatkan limbah menjadi barang guna.
Melalui pendekatan yang edukatif dan interaktif, program ini tidak hanya membangun budaya sekolah bersih secara berkelanjutan. Tetapi, juga menjadi sarana nyata bagi mahasiswa, untuk berkontribusi dalam mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya menjaga kelestarian ekosistem di lingkungan sekitar.
Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan sesi dokumentasi, yang dikoordinasikan oleh Reihanda Rizan Ramadhan dan Dimas Aryan Saputra bersama siswa. Melalui aksi nyata ini, diharapkan tercipta budaya sekolah yang bersih dan generasi muda yang lebih peduli terhadap ekosistem lingkungan.
- Penulis: Mutiara
- Editor: Mutiara

Saat ini belum ada komentar