BEM UI Gelar Aksi “Menuju Indonesia Bangkrut”, Ini 5 Tuntutan Mahasiswa
- account_circle Mutiara
- calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan menyebut rombongan mahasiswa yang hendak mengikuti aksi demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta Pusat, diblokade oleh aparat kepolisian, Jumat (12/6/2026) | Sumber: Suara.com/Cornelius Juan Prawira
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cibitunghitz.com, Jakarta – BEM UI bersama aliansi mahasiswa menggelar aksi bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” pada Jumat (12/6). Massa menyampaikan aspirasi terkait kondisi ekonomi dan sejumlah kebijakan pemerintah.
Mahasiswa awalnya merencanakan aksi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Namun, aparat keamanan melakukan penyekatan di sejumlah titik. Karena itu, massa menyampaikan aspirasi di lokasi yang dapat mereka jangkau.
Mahasiswa Membawa Lima Tuntutan
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan utama kepada pemerintah. Mereka menilai pemerintah perlu segera merespons berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
1. Stop Pemborosan APBN
Mahasiswa meminta pemerintah mengevaluasi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selain itu, mereka mendorong pemerintah menggunakan anggaran secara lebih efektif dan tepat sasaran.
2. Turunkan Harga Bahan Pokok dan BBM
Mahasiswa mendesak pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak. Dengan langkah tersebut, pemerintah dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat.
3. Hentikan Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih
Mahasiswa meminta pemerintah menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Menurut mereka, pemerintah perlu memprioritaskan program yang lebih mendesak bagi masyarakat.
4. Hentikan Militerisme di Ranah Sipil
Mahasiswa menolak perluasan peran militer dalam urusan sipil. Di sisi lain, mereka meminta pemerintah tetap menjaga prinsip demokrasi dan supremasi sipil.
5. Evaluasi Kebijakan Pemerintah
Mahasiswa mendesak Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi berbagai kebijakan yang mereka anggap bermasalah. Selanjutnya, mereka berharap pemerintah lebih responsif terhadap kondisi masyarakat.
Bantah Tuduhan Ditunggangi Pihak Tertentu
Di tengah aksi, mahasiswa membantah tuduhan bahwa gerakan mereka ditunggangi kepentingan politik maupun pihak asing. Sebaliknya, mereka menegaskan bahwa aksi tersebut lahir dari kepedulian terhadap kondisi rakyat.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, menegaskan bahwa mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa berhak menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.
“Gerakan mahasiswa ini bukan gerakan yang terpisahkan dari rakyat karena mahasiswa adalah bagian dari rakyat juga. Persiapan aksi ini dananya adalah fund raising, urunan dari warga yang ingin donasi. Kita buktikan bahwa kita rakyat adalah orang yang percaya dengan transparansi dan kejujuran. Nanti setelah aksi, kami akan mengeluarkan laporan pertanggungjawaban anggaran itu. Gampang loh untuk transparansi, gampang loh untuk jujur.”
Selain membantah tuduhan tersebut, Yatalathof juga menyatakan bahwa mahasiswa akan membuka laporan pertanggungjawaban penggunaan dana aksi kepada publik. Dengan demikian, masyarakat dapat melihat proses penggalangan dan penggunaan dana secara transparan.
Aksi Berlangsung Tertib
Mahasiswa menyampaikan aspirasi melalui orasi dan mimbar bebas selama aksi berlangsung. Sementara itu, aparat keamanan mengawal kegiatan tersebut di sejumlah titik.
Menjelang malam, massa membubarkan diri secara tertib. Setelah itu, kondisi di sekitar lokasi aksi kembali normal dan aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa.
- Penulis: Mutiara

Saat ini belum ada komentar