Pemerintah RI dan Arab Saudi Perkuat Kerja Sama Pendidikan Lewat Pertemuan Rektor Perguruan Tinggi
- account_circle Dwi Mutiara
- calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menko PMK Pratikno menerima kunjungan Menteri Pendidikan Arab Saudi Yousef Abdullah Al-Benyan di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (2/9/2026) | Sumber: sinarindonesia.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cibitunghitz.com, Bekasi – Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi mempererat hubungan bilateral melalui sektor strategis pendidikan. Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih bersama jajaran rektor dari perguruan tinggi terkemuka di tanah air menggelar pertemuan penting dengan Menteri Pendidikan Arab Saudi, Yousef Abdullah Al-Benyan.
Mereka melangsungkan pertemuan bilateral ini di kediaman dinas Kedutaan Besar Arab Saudi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, guna membahas berbagai program kemitraan konkret seperti pertukaran pelajar, beasiswa, hingga riset bersama.
Dihadiri Tokoh Penting dan Pimpinan Kampus Top
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan, serta Wamendikdasmen Atip Latipulhayat menghadiri pertemuan tingkat tinggi ini.
Selain itu, para pimpinan perguruan tinggi negeri dan institusi terkemuka mewakili sektor akademisi tanah air, di antaranya:
Tatacipta Dirgantara selaku Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB)
Ova Emilia selaku Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM)
Widodo selaku Rektor Universitas Brawijaya (UB)
Muhammad Madyan selaku Rektor Universitas Airlangga (Unair)
Asep Saepudin Jahar selaku Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Yenny Wahid selaku Direktur Wahid Institute, yang mendampingi Duta Besar Arab Saudi untuk RI, Faisal Abdullah Al Amoudi.
Fokus Kerja Sama: Beasiswa, Pertukaran Dosen, hingga Riset Bersama
Menko PMK Pratikno, menyampaikan bahwa kedua negara menyepakati realisasi sejumlah program kemitraan konkret. Khususnya pada jenjang pendidikan tinggi dan peningkatan kualitas guru.
“Kita sepakat ada beberapa hal yang bisa kita lakukan segera, terutama untuk lembaga pendidikan tinggi seperti pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, terus joint supervision, joint degree, joint research, begitu. Dan selain itu juga tadi kita bersepakat juga untuk pendidikan bagi para guru. Para guru, jadi ini ada program bersama. Jadi ini dalam waktu singkat scholarship juga sudah langsung dibuka,” ujar Pratikno.
Pratikno menambahkan, pemerintah memandang langkah diplomasi melalui sektor pendidikan ini. Sebagai wujud soft diplomacy yang sangat penting, guna memperkuat hubungan persaudaraan antarbangsa (people-to-people diplomacy) dalam jangka panjang.
1.000 Kuota Beasiswa Terbuka untuk Warga Indonesia
Sebagai bentuk nyata dari penguatan kolaborasi ini, Pemerintah Arab Saudi menyediakan sekitar 1.000 kuota beasiswa bagi masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan studi. Duta Besar Arab Saudi untuk RI, Faisal Abdullah Al Amoudi, menjelaskan bahwa pemerintahnya membuka beasiswa tersebut di seluruh bidang studi.
“Pemerintah Arab Saudi memberikan beasiswa kepada masyarakat Indonesia atau kepada pihak atau pelajar yang ingin meneruskan studinya di sana, jumlah beasiswanya adalah sekitar 1.000 beasiswa. (Terbuka) Di seluruh bidang,” ungkap Dubes Faisal.
Bagi masyarakat atau pelajar Indonesia yang berminat, mereka dapat mengakses pendaftaran secara daring melalui platform resmi Study in Saudi di situs studyinsaudi.sa.
Sinergi antara kampus-kampus top Indonesia dan pemerintah Arab Saudi ini diharapkan mampu mengakselerasi penciptaan talenta unggul, memperluas jejaring riset global, serta memperkokoh kerja sama bilateral kedua negara di masa depan.
- Penulis: Dwi Mutiara

Saat ini belum ada komentar