Konferensi Pers BEM Bersatu Catut Nama BEM FTI UBSI Picu Reaksi Keras, Pihak UBSI Bantah Tidak Terlibat
- account_circle Dwi Mutiara
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Konferensi pers pernyataan sikap BEM Bersatu di Jakarta, Selasa (16/6/2026) | Sumber: ANTARA/Fath Putra Mulya
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cibitunghitz.com, Bekasi – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) secara tegas membantah keterlibatan institusi maupun organisasi kemahasiswanya dalam konferensi pers aliansi BEM Bersatu. Langkah ini merespons tindakan oknum yang mencatut nama BEM FTI UBSI dalam forum yang mengatasnamakan gerakan mahasiswa tersebut.
Isu ini mencuat setelah sejumlah pemberitaan menyebutkan nama “Ahmad” sebagai perwakilan dari BEM Fakultas Teknik Universitas BSI. Aliansi tersebut mengaitkan kehadirannya dengan konferensi pers terkait dugaan keterlibatan Letjen (Purn.) Setyo Sularso dan Tiyo Ardianto.
Melihat hal tersebut, pengurus BEM Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) UBSI langsung bergerak cepat dengan mengunggah rilis klarifikasi resmi melalui akun Instagram mereka.
Melalui unggahan tersebut, BEM FTI UBSI menegaskan tiga poin penting:
- BEM FTI UBSI tidak pernah menghadiri maupun mengirimkan perwakilan ke konferensi pers tersebut.
- Pengurus tidak pernah memberikan mandat kepada pihak mana pun untuk mewakili organisasi dalam kegiatan tersebut.
- BEM FTI UBSI tidak memiliki pengurus, anggota, maupun ketua yang bernama “Ahmad”.
Oleh karena itu, mereka menyatakan bahwa segala pernyataan dari pihak yang mengatasnamakan BEM FTI UBSI dalam forum tersebut sama sekali bukan merupakan sikap resmi organisasi. Pengurus juga mengimbau seluruh mahasiswa dan masyarakat agar tetap selektif serta kritis dalam menerima informasi.
Rektorat UBSI Jaga Kredibilitas Institusi
Pencatutan nama ini juga memicu reaksi keras dari pihak rektorat. Wakil Rektor II Bidang Non Akademik UBSI, Adi Supriyatna, sangat menyayangkan tindakan oknum yang menggunakan nama kampus tanpa adanya konfirmasi yang jelas.
“UBSI menegaskan bahwa kami tidak memiliki keterlibatan dalam konferensi pers tersebut. Tidak ada mahasiswa yang mendapat mandat resmi dari organisasi kemahasiswaan maupun dari institusi untuk mewakili Universitas BSI dalam forum tersebut,” tegas Adi dalam keterangan pers pada Rabu (17/6).
Ia menjelaskan bahwa penggunaan nama institusi secara sepihak tanpa persetujuan seperti ini bisa menimbulkan kesalahpahaman publik. Kondisi tersebut juga berpotensi merugikan reputasi kampus. Selain itu, ujar Adi, UBSI juga selalu menjunjung tinggi etika akademik dan tata kelola organisasi kemahasiswaan yang jelas.
“Setiap mahasiswa yang membawa nama kampus harus mengikuti mekanisme yang sah agar dapat mempertanggungjawabkan tindakannya,” ujarnya.
- Penulis: Dwi Mutiara

Saat ini belum ada komentar