Menkomdigi Sebut Keberhasilan QRIS Jadi Model Utama Integrasi Ekonomi Digital ASEAN
- account_circle Syifa Salsa Rahmadhani
- calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cibitunghitz.com, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan bahwa kesuksesan sistem QRIS Indonesia kini menjadi model percontohan di Asia Tenggara. Sebab, teknologi pembayaran tersebut terbukti ampuh mempercepat integrasi ekonomi digital ASEAN.
Pernyataan tersebut mengemuka dalam diskusi strategis mengenai Digital Economy Framework Agreement (DEFA) di ASEAN. Oleh karena itu, Menkomdigi melihat standardisasi teknologi seperti QRIS mampu meruntuhkan hambatan transaksi antarnegara secara nyata.
Bahkan, penerapan QRIS lintas negara kini sudah berjalan dengan baik di beberapa wilayah ASEAN. Langkah strategis ini terbukti memudahkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menembus pasar regional.
Cetak Biru Integrasi Digital Regional
Pemerintah Indonesia terus mendorong adopsi teknologi finansial terintegrasi di kawasan Asia Tenggara. Oleh sebab itu, keberhasilan QRIS menjadi modal utama Indonesia dalam memimpin perundingan DEFA ASEAN.
Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan bahwa standardisasi sistem pembayaran ini sangat krusial bagi masa depan kawasan. Dengan demikian, sistem yang transparan dan instan membuat arus perdagangan regional menjadi jauh lebih efisien.
“Keberhasilan QRIS membuktikan bahwa integrasi digital bukan sekadar rencana. Sebaliknya, teknologi ini sudah menjadi model nyata. Oleh karena itu, kita harus membawa semangat sukses ini ke dalam pembahasan DEFA ASEAN agar ekonomi digital regional semakin solid,” ujar Meutya Hafid.
Selain itu, Meutya menambahkan bahwa keselarasan regulasi data antarnegara menjadi kunci berikutnya. Meskipun demikian, pemerintah tetap optimis kesepakatan DEFA akan selesai tepat waktu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Dampak Positif Bagi Pelaku UMKM
Ternyata, teknologi QRIS tidak hanya menguntungkan korporasi besar saja. Namun, sektor UMKM justru merasakan dampak paling signifikan dari kemudahan sistem pembayaran nontunai lintas negara ini.
Melalui interkoneksi QRIS ASEAN, turis asing bisa langsung bertransaksi di merchant lokal menggunakan aplikasi asalnya. Alhasil, sistem ini memotong rantai penukaran uang konvensional yang sering kali rumit.
Selanjutnya, pemerintah berharap integrasi ekonomi digital ASEAN ini bisa rampung sepenuhnya dalam beberapa tahun ke depan. Pada akhirnya, transformasi ini diproyeksikan mampu melipatgandakan nilai pasar ekonomi digital di Asia Tenggara hingga dua triliun dolar AS pada tahun 2030.
- Penulis: Syifa Salsa Rahmadhani

Saat ini belum ada komentar