Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menyebar Hingga Bekasi, BPBD Bagikan Masker serta Imbau Warga Waspada
- account_circle Dwi Mutiara
- calendar_month Senin, 7 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gunung Anak Krakatau memuntahkan lahar panas terlihat dari desa Pasauran di Serang, provinsi Banten, Indonesia, 5 September 2026. | Sumber: (REUTERS/Rikardo)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cibitunghitz.com, Bekasi – Sebaran abu vulkanik akibat peningkatan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda telah mencapai wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengambil sejumlah langkah cepat. Guna melindungi kesehatan masyarakat, sekaligus menjaga kelangsungan pelayanan publik.
Pemkot Bekasi Tiadakan Apel Pagi Demi Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Sebagai langkah antisipasi terhadap paparan abu vulkanik, Pemerintah Kota Bekasi secara resmi meniadakan kegiatan apel pagi rutin pada Senin (7/9/2026). Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyatakan bahwa pihaknya mengambil kebijakan ini untuk mengurangi aktivitas pegawai di luar ruangan (outdoor).
“Ya betul. Itu kan salah satunya bagaimana hari ini kita mengurangi kegiatan yang ada di lapangan,” ujar Tri Adhianto saat ditemui di Plaza Pemkot Bekasi, Senin.
Kendati meniadakan apel, Tri memastikan bahwa Pemkot Bekasi tetap menjalankan aktivitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat seperti biasa. Para pegawai tetap mengisi absensi melalui aplikasi Beetri dan menyelesaikan tugas kedinasan hingga jam kerja berakhir.
Kondisi Abu Vulkanik Mulai Berkurang, BPBD Siapkan 1.000 Masker per Kecamatan
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi melaporkan bahwa sebaran abu vulkanik pada Senin (7/9/2026) mulai berkurang dan terlihat lebih ringan daripada hari sebelumnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi, Wiratma, menyebutkan bahwa pihak BPBD terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup guna memantau perkembangan situasi ini. Guna mengantisipasi risiko gangguan kesehatan, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta iritasi. BPBD mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah dan mengenakan masker apabila terpaksa beraktivitas di luar.
“Masyarakat tetap harus waspada, sebisa mungkin tetap kurangi aktivitas di luar rumah. Dan jika terpaksa di luar rumah, gunakan masker,” ujar Wiratma.
Sebagai bentuk perlindungan, BPBD Kota Bekasi menyiapkan 1.000 masker di setiap kecamatan dan mendistribusikannya melalui kelurahan agar bantuan tersebut dapat menjangkau masyarakat secara langsung.
Kualitas Udara Masih Terpantau Aman
Dari sisi lingkungan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Kiswatiningsih, menyatakan bahwa pemantauan melalui alat Air Quality Monitoring System (AQMS) yang terhubung dengan Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan kualitas udara di Kota Bekasi berada pada kategori baik pada Senin pagi. Meskipun demikian, pihak DLH tetap mengimbau seluruh warga agar menggunakan masker dan kacamata sebagai langkah pencegahan.
- Penulis: Dwi Mutiara

Saat ini belum ada komentar