Pembangunan Jembatan Lengkung II Kalimalang Dimulai, Jalan KH Noer Alie Ditutup dan Dishub Terapkan Rekayasa Lalu Lintas
- account_circle Alya Lizayanti
- calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sumber gambar : radarbekasi.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cibitunghitz.com, Bekasi – Kawasan Kalimalang mencatatkan peningkatan aktivitas publik yang cukup padat sejak awal pekan ini. Dinas Perhubungan memberlakukan penutupan jalur pada ruas utama Jalan KH Noer Alie secara berkala. Tim pekerja memfokuskan pengerjaan fisik penuh untuk proyek jembatan lengkung ii kalimalang. Kebijakan penutupan ini menuntut penyesuaian rute perjalanan harian bagi seluruh pengendara motor maupun mobil. Warga sekitar merespons imbauan pemerintah dengan bersiap menghadapi potensi kepadatan volume kendaraan selama masa konstruksi berlangsung di area tersebut.
Penerapan Contraflow untuk Mengurai Kemacetan
Petugas gabungan merumuskan langkah antisipasi di lapangan demi menjaga kelancaran arus lalu lintas. Pihak berwenang menutup satu sisi jalur utama secara total guna menempatkan alat berat serta material bangunan. Petugas memberlakukan sistem contraflow karena skema ini terbukti efektif mengurai penumpukan arus kendaraan dari kedua arah. Kebijakan rekayasa jalur ini diharapkan mampu meminimalisir hambatan mobilitas masyarakat yang melintas setiap hari menuju pusat kota.
Panduan Jalur Alternatif dan Imbauan Keselamatan
Sebelum melintas menuju kawasan perkotaan, mari menyimak rute alternatif resmi berikut agar perjalanan tetap lancar:
Pengendara memilih jalur Jalan Villa Raya menuju Jembatan Villa Raya agar terhindar langsung dari area proyek utama.
Pengemudi mengarahkan kendaraannya melewati Jalan Letkol Moefreni Moe’min serta memanfaatkan akses jalur alternatif terdekat lainnya.
Pengendara melakukan putar balik di area sekitar Jembatan Lagoon sesuai rambu petunjuk yang terpasang.
Dinas Perhubungan menyiagakan puluhan personel guna menjaga kelancaran arus kendaraan selama 24 jam penuh. Masyarakat mematuhi setiap arahan petugas yang berjaga di titik pengalihan jalur. Pengemudi bisa melanjutkan perjalanan dengan aman serta mendukung percepatan pembangunan infrastruktur kota secara berkelanjutan.
- Penulis: Alya Lizayanti

Saat ini belum ada komentar