Pemkab Bekasi Optimalisasi TPST Kertamukti Bersama Kementerian PU dan World Bank
- account_circle Dwi Mutiara
- calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja (ketiga dari kanan) menerima audiensi perwakilan World Bank dan Kementerian Pekerjaan Umum dalam rangka optimalisasi operasional TPST Kertamukti di ruang rapat KH R. Ma'mun Nawawi, lantai 2 gedung Bupati Bekasi, Rabu (21/10/2026). | Sumber: JAKARTAPEDIA.co.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cibitunghitz.com, Bekasi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengelolaan sampah secara aman, efektif, dan berkelanjutan. Pemkab Bekasi mewujudkan langkah ini melalui kerja sama strategis, dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan World Bank (Bank Dunia). Untuk merehabilitasi serta mengoptimalkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kertamukti, Kecamatan Cibitung.
Komitmen tersebut mengemuka dalam agenda audiensi yang membahas kemitraan, manajemen kontrak, dan optimalisasi TPST Kertamukti di Ruang KH R. Ma’mun Nawawi, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, pada Rabu (21/10/2026).
Plt. Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, menyambut hangat kunjungan perwakilan World Bank, jajaran Kementerian PU, dan tim pelaksana pendamping program Indonesia Solid Waste Management Project (ISWMP). Ia menilai pertemuan ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat koordinasi dalam menangani persoalan sampah.
“Kami berkomitmen mendukung optimalisasi TPST Kertamukti agar beroperasi dengan efektif dan berkelanjutan,” kata Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, saat menyambut perwakilan Kementerian PU dan World Bank di kantornya, Cikarang Pusat, Rabu (21/10/2026).
Pemkab Bekasi Dorong Peningkatan Tata Kelola dan Kualitas SDM
Lebih lanjut, Asep menekankan bahwa pengelola sampah tidak boleh hanya bergantung pada ketersediaan infrastruktur fisik. Kesiapan kelembagaan, pembiayaan, pemeliharaan peralatan, sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Serta tata kelola yang baik menjadi faktor penting, agar fasilitas pengolahan sampah berfungsi secara optimal.
Oleh karena itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah terkait agar mencermati secara teliti berbagai kendala yang mereka hadapi selama menjalankan program ISWMP di Kabupaten Bekasi.
“Perkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan tim pendamping, serta pastikan setiap permasalahan ditindaklanjuti secara konkret dengan target penyelesaian yang jelas,” tegas Asep.
Mendorong Pengolahan Sampah Modern Berkelanjutan
Persoalan pengelolaan sampah menyita perhatian serius Pemkab Bekasi seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan sistem pengolahan sampah yang terpadu. Selain mengoptimalkan TPST Kertamukti yang menggunakan teknologi modern untuk mengolah sampah organik dan nonorganik, menjadi Refused Derived Fuel (RDF) serta material daur ulang. Pemkab Bekasi juga tengah menggenjot pengembangan fasilitas Pengolahan Sampah, menjadi Energi Listrik (PSEL).
Melalui sinergi lintas instansi ini, pemerintah daerah menargetkan penurunan volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir sekaligus memberikan nilai tambah dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pertemuan strategis ini juga menghadirkan Task Team Leader ISWMP World Bank David Adeyemi Aromokeye, Co Task Team Leader ISWMP World Bank Katelijn Van Den Berg, Kasubdit Perencanaan Program Anggaran Direktorat Sanitasi Kementerian PU, Kepala Balai PBPK Jawa Barat Muhammad Reva, unsur Kementerian Dalam Negeri, serta jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi.
- Penulis: Dwi Mutiara

Saat ini belum ada komentar