Bikin Mewek! Review Film ‘Jangan Buang Ibu’: Kisah Perjuangan dan Pahitnya Pengabdian Anak
- account_circle Alya Lizayanti
- calendar_month Senin, 6 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sumber : @cinema21
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cibitunghitz, Bekasi –Kamu sedang mencari tontonan yang bisa menguras air mata? Film Jangan Buang Ibu adalah jawabannya. Film ini bukan sekadar drama keluarga biasa. Namun, film ini menjadi refleksi nyata tentang pengabdian seorang ibu. Sayangnya, pengabdian itu sering terlupakan saat anak-anaknya sudah sukses.
Film ini bercerita tentang sosok Ristiana. Ia adalah seorang ibu tunggal yang sangat tangguh. Ristiana berjuang keras membesarkan ketiga anaknya, yaitu Tama, Dewi, dan Tria. Setelah suaminya pergi, Ristiana rela melakukan pekerjaan apa saja. Selain itu, ia harus melunasi hutang keluarga agar masa depan anaknya terjamin lewat pendidikan yang layak.
Sinopsis Film Jangan Buang Ibu: Perjuangan Tanpa Batas
Perjuangan Ristiana akhirnya membuahkan hasil yang manis. Ketiga anaknya berhasil meraih karier yang sangat cemerlang. Namun, kesuksesan tersebut justru menciptakan jarak yang lebar. Kesibukan duniawi perlahan mengikis rasa bakti mereka kepada sang ibu. Di masa tuanya, Ristiana justru merasa kesepian di tengah kemewahan anak-anaknya.
Konflik memuncak saat anak-anak mulai merasa terbebani oleh keberadaan sang ibu. Mereka melihat ibu sebagai penghalang kehidupan mapan mereka. Di sini, penonton akan melihat besarnya ego seorang anak. Ego tersebut menutupi ingatan tentang perjuangan keras sang ibu di masa lalu. Padahal, ibu mereka dulu berjuang memberi mereka makan dan sekolah dengan tetesan keringat.
Kenapa Kamu Wajib Menonton Film Ini?
Kekuatan utama film ini terletak pada akting para pemainnya yang sangat mendalam. Penjiwaan karakter Ristiana sebagai ibu yang tegar sangat luar biasa. Selain itu, alur ceritanya mengalir lambat namun sangat emosional. Emosi penonton akan dibangun perlahan hingga akhirnya meledak di bagian akhir film. Oleh karena itu, siapkan tisu yang banyak sebelum menonton.
Bagi warga Bekasi, film ini bisa menjadi pengingat yang sangat penting. Di tengah kesibukan mencari nafkah di kota industri, janganlah kita melupakan orang tua. Jangan sampai ambisi mengejar karier membuat kita abai pada sosok ibu. Ingatlah selalu bahwa restu ibu adalah kunci utama dari kesuksesan kita. Jadi, apakah kamu sudah siap menonton film yang sangat menyentuh hati ini?
- Penulis: Alya Lizayanti

Saat ini belum ada komentar