Transformasi Perpustakaan Kota Bekasi: Ruang Publik Modern yang Ramah dan Inklusif
- account_circle Dwi Mutiara
- calendar_month Senin, 13 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, saat meninjau pembangunan Perpustakaan Kota Bekasi, Jumat, 10 Juli 2026. | Sumber: bekasi.pojoksatu.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cibitunghitz.com, Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi kini tengah melakukan transformasi besar-besaran melalui pembangunan gedung Perpustakaan Daerah baru di kawasan Kranji, Bekasi Barat. Dalam kunjungannya meninjau langsung lokasi pembangunan tersebut, pada (10/07). Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, menegaskan visinya untuk merombak total paradigma desain perpustakaan agar lebih relevan bagi masyarakat.
Transformasi Paradigma Desain Perpustakaan
Tri Adhianto secara tegas menolak konsep desain yang kaku seperti kantor pemerintahan pada umumnya. Ia menginginkan perpustakaan masa kini bertransformasi menjadi ruang publik yang menarik, terbuka, dan dinamis bagi generasi muda atau Gen Z yang memiliki gaya hidup serba cepat.
“Sama kan dengan kantor pemerintah daerah, nah itu yang harus berubah,” ujar Tri saat meninjau desain perpustakaan pada (10/07). Ia menekankan bahwa saat orang masuk ke perpustakaan, suasana harus langsung terasa berbeda dari sekadar gedung kantor biasa, dengan visual yang menyambut dan mengundang masyarakat untuk datang.
Tri juga menjelaskan rencana pengembangan kapasitas gedung agar lebih optimal. “Nanti kemungkinan kita membutuhkan lima lantai. Saat ini baru tersedia tiga lantai, sehingga masih ada dua lantai lagi yang akan dibangun untuk menyempurnakan kebutuhan masyarakat terkait informasi dan keilmuan,” tambahnya.
Mengedepankan Inklusivitas dan Integrasi Teknologi
Pemerintah Kota Bekasi menempatkan komitmen terhadap aksesibilitas sebagai fokus utama dalam proyek ini. Pemerintah merancang perpustakaan baru sebagai ruang yang ramah disabilitas, memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses layanan dengan mudah.
“Untuk penyandang disabilitas nanti akan kami siapkan lift, jalur khusus, termasuk buku-buku braille dan berbagai kebutuhan lainnya,” ungkap Tri saat peninjauan pada (10/07).
Selain fasilitas fisik, pemerintah juga mengintegrasikan berbagai teknologi modern, seperti studio animasi, ruang audio visual, area interaktif anak, hingga working space dengan jaringan internet untuk mendukung kolaborasi.
Melibatkan Partisipasi Warga
Pemerintah Kota Bekasi membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan masukan terhadap desain maupun fasilitas yang akan dibangun. Tri menegaskan bahwa karena proyek masih dalam tahap perencanaan, masukan warga sangat berharga.
“Yang lebih baik adalah ketika masyarakat ikut serta dalam proses perencanaan. Nanti kami akan mendengar, membaca masukan tersebut, lalu mengimplementasikan dan mewujudkannya,” tegas Tri.
Pemerintah menargetkan pembangunan gedung ini rampung pada akhir tahun 2028. Dengan hadirnya fasilitas yang modern dan inklusif ini, pemerintah berharap dapat menciptakan ekosistem pendidikan. Di mana anak muda dapat belajar, bertukar gagasan, dan mengembangkan potensi untuk masa depan Kota Bekasi yang lebih baik.
- Penulis: Dwi Mutiara

Saat ini belum ada komentar