Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kembali Ukir Prestasi di Ajang Internasional Global Youth Congress 2026
- account_circle Dwi Mutiara
- calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Cicih Nuraeni, dosen Program Studi (Prodi) Sastra Inggris UBSI, berhasil meraih predikat Top 5 Best Speaker dalam ajang Global Youth Congress (GYC) 2026 yang digelar di C ASEAN Ratchada, Bangkok, Thailand, pada Jumat (3/7).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cibitunghitz.com, Bangkok – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), sebagai Kampus Digital Kreatif, kembali membuktikan eksistensinya dengan mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Dalam kesempatam tersebut, delegasi dari perguruan tinggi tersebut berhasil mencuri perhatian dunia melalui pemikiran-pemikiran strategis yang relevan dengan perkembangan zaman.
Cicih Nuraeni, dosen Program Studi Sastra Inggris UBSI, secara gemilang meraih predikat Top 5 Best Speaker dalam ajang Global Youth Congress (GYC) 2026. Kompetisi bergengsi ini berlangsung di C ASEAN Ratchada, Bangkok, Thailand, pada Jumat (3/7), dan diikuti oleh berbagai delegasi dari lintas negara.
Kriteria Penilaian dan Kompetensi Pembicara
Dewan juri memberikan penghargaan tersebut kepada Cicih setelah ia menunjukkan keunggulan yang nyata dalam kemampuan komunikasi serta penguasaan materi. Di samping itu, juri menilai ia sangat piawai dalam menyampaikan gagasan, sehingga mampu memengaruhi audiens selama forum berlangsung.
Berkat keunggulan tersebut, Cicih berhasil menonjol di antara peserta dari berbagai negara. Berkat pencapaian tersebut, ia pun berhasil dinobatkan menjadi salah satu dari lima pembicara terbaik dalam ajang internasional tersebut.
Kontribusi Gagasan dalam Isu Global
Capaian ini memberikan kebanggaan tersendiri bagi Universitas BSI maupun Indonesia. Forum Global Youth Congress sendiri mempertemukan para pemuda, akademisi, pendidik. Serta agen perubahan untuk mendiskusikan berbagai isu global yang relevan dengan masa depan dunia.
Dalam forum tersebut, Cicih memaparkan gagasan mengenai pentingnya pendidikan sebagai fondasi inovasi di era perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Penyampaian yang terstruktur, argumentasi yang kuat, serta kemampuannya membangun koneksi dengan audiens menjadi poin utama yang mengantarkannya meraih penghargaan tersebut.
Refleksi, Harapan, dan Komitmen Lembaga
Cicih mengungkapkan rasa syukurnya atas apresiasi yang ia terima. Ia menjadikan penghargaan ini sebagai pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus berkontribusi dalam berbagai forum internasional ke depannya.
“Saya bersyukur dapat mewakili Indonesia dan UBSI, sekaligus berbagi perspektif tentang pentingnya pendidikan dalam menghadapi tantangan masa depan,” ujar Cicih dalam keterangan rilis, Senin (6/7).
Selain itu, ia menambahkan bahwa forum GYC tidak hanya menjadi ruang berbagi gagasan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lintas negara untuk menjawab tantangan global.
Keberhasilan Cicih membuktikan bahwa akademisi Indonesia memiliki kapasitas tinggi untuk bersaing dan menyampaikan pemikiran yang relevan di panggung dunia. Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen UBSI dalam mendorong dosen serta seluruh sivitas akademika untuk terus aktif berkiprah di kancah internasional.
- Penulis: Dwi Mutiara

Saat ini belum ada komentar