DTI Series 2026 Resmi Dibuka, Kolaborasi Pemerintah dan Industri Akselerasi Transformasi Digital Indonesia
- account_circle Syifa Salsa Rahmadhani
- calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cibitunghitz.com, Jakarta – Penyelenggara Digital Transformation Indonesia (DTI) Series 2026 resmi membuka pameran teknologi digital terbesar di tanah air pada Rabu (5/8). Acara tahunan ini berlangsung selama dua hari di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan. Memasuki tahun kelima, panitia menghadirkan empat sub-event sekaligus. Keempat ajang tersebut meliputi DTI-CX, DCTI-CX, DTI-HR, dan Cyber Resilience & Defense (CRD-CX).
Melalui ajang ini, panitia mempertemukan pemerintah, regulator, dan pelaku industri. Selanjutnya, pameran ini menargetkan kehadiran lebih dari 13.000 pengunjung. Selain itu, sebanyak 260 pembicara ahli meramaikan 133 sesi konferensi strategis.
Presiden Direktur Adhouse Clarion Events, Toerangga Putra, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh mitra strategis. Oleh karena itu, ia berharap ajang ini mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Kami berharap pameran tahun ini mempercepat langkah Indonesia menuju ekonomi digital yang matang dan berdaya saing global,” kata Toerangga saat membuka acara.
Akselerasi Ekosistem Digital Menuju Indonesia Emas 2045
Sementara itu, Pemerintah Indonesia terus mengawal peta jalan digital nasional demi mencapai target Visi Indonesia Emas 2045. Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menyampaikan pesan penting tersebut saat mewakili Menteri Komdigi.
“Pemerintah memandang ekosistem digital dalam empat lapisan utama. Lapisan tersebut mencakup infrastruktur fisik, infrastruktur virtual, platform intermediasi, hingga aplikasi,” ungkap Edwin.
Sebab itu, pemerintah juga terus meningkatkan kualitas talenta digital dan investasi. Selain itu, pemerintah membangun ekosistem yang sehat serta tata kelola publik yang tepercaya.
Ketahanan Siber dan Kesiapan Infrastruktur Energi
Di sisi lain, isu keamanan siber menjadi fokus utama dalam perhelatan tahun ini. Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi, memuji integrasi ajang CRD-CX. Menurutnya, acara ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun benteng pertahanan digital.
Kemudian, Nugroho menyebutkan pesan khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Presiden menegaskan bahwa percepatan digitalisasi merupakan hal mutlak. Langkah ini penting agar birokrasi bekerja lebih cepat, efisien, dan transparan.
Selanjutnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan peran keamanan siber bagi pertahanan ekonomi.
“Ekonomi dunia hanya tumbuh rata-rata 3,5 persen. Namun, ekonomi Indonesia mampu tumbuh konsisten di atas 5 persen,” tegas Airlangga.
Oleh sebab itu, Airlangga mengingatkan pentingnya kesiapan energi nasional. Hal ini terjadi karena pengembangan AI dan pusat data membutuhkan pasokan listrik yang sangat besar.
Solusi Kompleks untuk 16 Sektor Industri Strategis
Sebagai platform teknologi terdepan, DTI Series 2026 menyajikan solusi digital yang sangat lengkap. Solusi ini mencakup Artificial Intelligence, Cybersecurity, Cloud Computing, hingga HR Technology.
Oleh karena itu, pengunjung dapat mengikuti demonstrasi teknologi dan workshop secara gratis. Fasilitas ini memudahkan pelaku industri dalam menemukan solusi teknologi yang tepat.
Sejumlah tokoh nasional turut menghadiri pembukaan acara ini. Beberapa di antaranya yaitu Ketua Umum MASTEL Sarwoto Atmosutarno, Ketua Umum IDPRO Hendra Suryakusuma, Ketua Umum PMSM Indonesia Dudi Arisandi, serta CEO ADBI Bambang Brojonegoro. Lebih lanjut, berbagai lembaga dan asosiasi strategis memberi dukungan penuh bagi keberhasilan DTI Series 2026.
- Penulis: Syifa Salsa Rahmadhani

Saat ini belum ada komentar