Kerja Sama Teknologi Indonesia AS Diperluas, Cakup Pengembangan AI Hingga Pelindungan Anak Digital
- account_circle Syifa Salsa Rahmadhani
- calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cibitunghitz.com – Pemerintah Republik Indonesia dan Amerika Serikat resmi memperluas kemitraan strategis di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Pelaksanaan kerja sama teknologi Indonesia AS ini berfokus pada pengembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) serta pelindungan anak di ruang digital. Selain itu, kesepakatan ini mengemuka dalam pertemuan antara jajaran Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dengan Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar AS untuk Indonesia, Joy Sakurai, di Jakarta pada Selasa (8/9).
Kemudian, kemitraan bilateral ini bertujuan mempercepat transformasi digital nasional yang aman dan tepercaya. Di samping itu, kedua negara berkomitmen membangun ekosistem teknologi berbasis tata kelola yang bertanggung jawab.
“Teknologi harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, kerja sama dan penerapannya harus tetap berada dalam kerangka kepentingan nasional, termasuk memastikan masyarakat mendapatkan ruang digital yang aman,” tegas perwakilan Kemkomdigi usai pertemuan tersebut.
Penerapan Tata Kelola AI dan Fokus Kerja Sama Teknologi Indonesia AS
Sementara itu, Pemerintah Indonesia sedang menyusun kerangka tata kelola AI berbasis risiko (Responsible AI). Langkah ini membagi tingkat risiko menjadi tiga kategori, yakni risiko tidak dapat ditoleransi, risiko tinggi, dan risiko rendah. Oleh sebab itu, regulasi sektoral akan menyesuaikan karakteristik tiap industri demi menjamin kepastian hukum.
Langkah tersebut sangat penting demi menjaga kedaulatan data dan keselamatan pengguna. Sebab, adopsi AI harus berjalan seiring dengan perlindungan hak-hak masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, pihak Amerika Serikat menawarkan dukungan teknis melalui AI Export Center di San Francisco. Bahkan, Amerika Serikat siap menyediakan tenaga ahli guna membantu asistensi implementasi AI bagi instansi pemerintah Indonesia.
Implementasi PP TUNAS untuk Pelindungan Anak di Dunia Maya
Di sisi lain, Indonesia menegaskan komitmennya dalam melindungi anak-anak dari ancaman siber melalui Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak di Ruang Digital (PP TUNAS). Selanjutnya, pemerintah mengedepankan pendekatan berbasis usia, bukan pemblokiran secara total.
Oleh karena itu, pemerintah mewajibkan perusahaan teknologi menyesuaikan desain produk agar ramah anak. Bahkan, platform digital harus membatasi waktu layar serta menutup fitur obrolan dengan asing tanpa izin orang tua.
“Oleh sebab itu, dukungan teknologi dari AS diharapkan mampu memperkuat implementasi pelindungan anak di dunia maya. Sinergi ini sekaligus menegaskan kedaulatan digital Indonesia di tingkat global,” pungkasnya.
- Penulis: Syifa Salsa Rahmadhani

Saat ini belum ada komentar