Kekeringan Melanda Kabupaten Bekasi, Pemkab Salurkan 15,4 Juta Liter Air Bersih
- account_circle Dwi Mutiara
- calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sebanyak 109.870 warga Kabupaten Bekasi terdampak kekeringan di 54 desa | Sumber: iNewsBekasi.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cibitunghitz.com, Bekasi – Bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Bekasi kian meluas dan mengganggu aktivitas harian masyarakat serta sektor pertanian. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi hingga Selasa (6/10/2026) pukul 22.00 WIB, kekeringan melanda 363 titik lokasi di 54 desa dan 14 kecamatan. Musim kemarau ini memberikan dampak langsung kepada 37.025 Kepala Keluarga (KK) atau 109.870 jiwa.
Guna menanggulangi krisis air ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama BPBD dan pelbagai instansi telah mengalirkan 15.409.275 liter air bersih dan air minum ke daerah-daerah terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menegaskan bahwa jajarannya menempatkan pasokan air bersih sebagai prioritas utama.
“Penanganan terus kami lakukan dengan mendistribusikan air bersih dan air minum ke wilayah-wilayah yang terdampak. Kami juga terus berkoordinasi dengan berbagai unsur agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujar Dodi.
Sinergi Lintas Sektor Mengalirkan Bantuan Air
Berbagai lembaga ikut mengucurkan bantuan air bersih. Dari total pasokan yang mencapai lebih dari 15,4 juta liter tersebut, rincian kontribusinya meliputi:
BPBD Kabupaten Bekasi: menyumbang 4.685.000 liter
PDAM: menyalurkan 3.489.000 liter
Palang Merah Indonesia (PMI): memasok 2.623.075 liter
Unsur Lainnya: menyumbang sisa pasokan air bersih
Dodi menilai kerja sama antarlembaga menjadi kunci mendasar mengingat luasnya area krisis air.
“Kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting karena wilayah terdampak cukup luas. Kami terus mengarahkan bantuan berdasarkan kebutuhan dan kondisi masyarakat di lapangan,” tuturnya.
Selain itu, BPBD menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI/Polri, PMI, pelaku usaha, hingga organisasi masyarakat demi menjamin bantuan tiba tepat sasaran.
Upaya Penanganan Sektor Pertanian dan Langkah Teknis
Selain mengancam kebutuhan konsumsi warga, musibah kemarau ini mengganggu 539 hektare lahan pertanian di 28 desa dan 9 kecamatan.
“Penanganan tidak hanya menyasar kebutuhan air masyarakat, tetapi juga kami dorong untuk mendukung sektor pertanian yang terdampak kekeringan,” terang Dodi.
Pemerintah Kabupaten Bekasi menempuh sejumlah langkah nyata guna memulihkan fungsi saluran air dan membantu para petani, seperti:
Menormalisasi saluran irigasi
Menerapkan pompanisasi di area persawahan
Menertibkan bangunan liar di sepanjang bantaran sungai
Memersihkan serta mengangkut sampah dari saluran air
Dodi memungkas keterangannya dengan menegaskan bahwa BPBD akan terus mengawal situasi ini secara berkala.
“Prioritas kami adalah memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan akses air. Penanganan akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan,” pungkasnya.
- Penulis: Dwi Mutiara

Saat ini belum ada komentar