Air PAM Mati Sejak Subuh, Warga Bekasi Serbu Media Sosial Perumda Tirta Patriot
- account_circle Alya Lizayanti
- calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cibitunghitz.com, Bekasi – Ribuan pelanggan Perumda Tirta Patriot Bekasi saat ini sedang mengalami krisis air bersih. Pasokan Air PAM di sejumlah wilayah Kota Bekasi terpantau mati total sejak Sabtu (27/6/2026) subuh. Akibatnya, kendala teknis tersebut langsung melumpuhkan berbagai aktivitas rumah tangga warga setempat hingga menjelang malam hari. Warga mengaku kesulitan melakukan kegiatan dasar seperti mencuci baju dan mandi.
Gangguan Pompa di IPA Poncol
Pihak manajemen Perumda Tirta Patriot akhirnya memberikan penjelasan resmi mengenai kendala aliran Air PAM tersebut. Petugas teknis saat ini sedang melakukan pemeliharaan pompa distribusi pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Poncol. Namun, proses perbaikan yang memakan waktu cukup lama ini terlanjur memicu kemarahan para pelanggan setia.
Warga sangat mengeluhkan ketiadaan informasi awal mengenai jadwal pemeliharaan pompa tersebut. Selain itu, masyarakat juga menyayangkan lambatnya penanganan darurat dari petugas lapangan. Berdasarkan laporan warga, banyak keluarga di kawasan Bekasi Timur belum bisa mandi hingga pukul 20.00 WIB malam ini. Situasi ini tentu sangat merugikan pelanggan yang selalu rutin membayar tagihan bulanan.
Protes Keras Netizen di Media Sosial
Selanjutnya, gelombang protes warga langsung membanjiri berbagai platform media sosial. Netizen Bekasi beramai-ramai melayangkan kritik pedas melalui kolom komentar di akun Instagram lokal. Mereka memprotes keras sistem denda yang selalu langsung berlaku saat pelanggan telat membayar iuran bulanan.
Sebaliknya, warga merasa sangat kecewa karena pihak perusahaan tidak memberikan kompensasi saat aliran air mati total. Oleh karena itu, masyarakat kini mendesak pemerintah kota untuk melakukan audit menyeluruh terhadap manajemen perusahaan daerah tersebut.
Masyarakat juga menyarankan agar pihak pengelola menyediakan truk tangki air darurat keliling. Solusi sementara ini sangat krusial ketika proses pemeliharaan memakan waktu lebih dari dua belas jam. Tanpa adanya bantuan tangki, warga terpaksa merogoh kocek tambahan untuk membeli air isi ulang demi memenuhi kebutuhan mandi. Warga sangat berharap petugas bisa segera menormalkan kembali aliran air malam ini.
- Penulis: Alya Lizayanti

Saat ini belum ada komentar