Kejurnas Squash 2026 Di Cikarang Resmi Diikuti Oleh 162 Atlet Dari Berbagai Provinsi
- account_circle Syifa Salsa Rahmadhani
- calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cibitunghitz.com, Bekasi – Kompetisi bergengsi Kejurnas Squash 2026 resmi bergulir di Gedung Squash Wibawa Mukti, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Oleh karena itu, ajang tingkat nasional ini menjadi momentum penting dalam menghidupkan kembali iklim kompetisi domestik bagi para atlet lokal. Selanjutnya, turnamen besar tersebut berlangsung selama lima hari berturut-turut, mulai tanggal 7 hingga 11 Juli 2026. Hasilnya, sebanyak 162 atlet dari berbagai provinsi di Indonesia turun bertanding demi memperebutkan gelar juara nasional.
Dalam pembukaan acara, Ketua Umum PB Squash Indonesia, Alvin Kennedy, menyambut hangat kehadiran seluruh kontingen daerah. Sebab, kehadiran para peserta membuktikan bahwa olahraga squash terus berkembang pesat di tanah air. Selain itu, ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bekasi selaku tuan rumah penyelenggara kompetisi.
“Ajang Kejurnas Squash 2026 tahun ini menjadi momentum yang sangat penting bagi pembinaan atlet nasional. Bukan hanya ajang kompetisi antarprovinsi, turnamen ini juga menjadi wadah penjaringan bibit potensial. Nantinya, mereka akan kami persiapkan menghadapi berbagai kejuaraan internasional, termasuk SEA Cup dan Asian Games,” ujar Alvin Kennedy saat ditemui media di lokasi acara.
PB Squash Indonesia Jaring Atlet Berbakat Lewat Kejurnas Squash 2026
Sementara itu, panitia pelaksana membagi kompetisi ke dalam beberapa kelompok umur secara spesifik. Fokusnya, para atlet berlaga pada nomor perorangan putra dan putri mulai dari kategori usia dini hingga profesional. Kategori tersebut meliputi U-9, U-11, U-15, U-17, U-19, U-23, hingga tingkat senior. Dengan demikian, proses pemantauan bakat olahraga dapat berjalan lebih terukur serta menyeluruh.
Di samping itu, Kabupaten Bekasi sengaja dipilih sebagai tuan rumah karena memiliki fasilitas olahraga yang sangat lengkap. Seluruh masyarakat setempat dapat memantau jalannya kompetisi ini secara berkala melalui pengumuman resmi di area komplek olahraga stadion utama. Pada akhirnya, kelompok usia U-23 dan senior mendapatkan perhatian khusus dari tim pemandu bakat nasional. Sebab, dua kategori ini menjadi basis utama seleksi atlet menuju berbagai kompetisi internasional terdekat.
Bahkan, pihak panitia juga memastikan protokol jalannya pertandingan berlangsung sangat ketat demi kenyamanan atlet. Informasi mengenai regulasi resmi turnamen dan jadwal lengkap pertandingan sendiri dapat diakses langsung oleh publik melalui rilis resmi PB Squash Indonesia. PB Squash Indonesia bersama pemerintah daerah optimistis kompetisi ketat di Cikarang ini mampu melahirkan bintang baru yang siap mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.
- Penulis: Syifa Salsa Rahmadhani

Saat ini belum ada komentar