Kebakaran Melanda Pabrik Konveksi di Cibitung, Satu Pabrik dan Dua Rumah Warga Terbakar
- account_circle Dwi Mutiara
- calendar_month Senin, 6 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepulan asap hitam pekat terlihat membumbung dari sebuah bangunan konveksi di Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jumat (3/7/2026) pagi. | Sumber: Metrobekasi.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cibitunghitz.com, Bekasi – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman sekaligus area produksi di Selang Nangka, Desa Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (3/7). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 06.20 WIB ini mengejutkan warga sekitar, karena api dengan cepat membesar dan melalap bangunan pabrik konveksi milik CV. Amanda Barokah.
Warga melihat kobaran api, disertai kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi. Yang menciptakan situasi panik di lingkungan padat penduduk tersebut, sebelum akhirnya tim pemadam kebakaran meredam api.
Keterangan Saksi Mata
Ketua RT setempat, Ayub Juanda, menjelaskan detik-detik awal peristiwa tersebut. Ia menuturkan bahwa api muncul dari titik instalasi lampu di area produksi yang kemudian dengan cepat menjalar ke bangunan tempat tinggalnya karena masih satu atap dengan pabrik.
“Kronologisnya pagi-pagi itu 06.20 lah, asal dari lampu. Nah, kita padamin bersama-sama yang lain sama warga. Alhamdulillah bisa diatasi, cuman udah merembet, cepat merembetnya langsung ke rumah saya karena masih satu atap dengan pabrik,” ujar Ayub Juanda saat ditemui di lokasi kejadian.
Kobaran api yang membara dengan cepat, menghanguskan total dua unit rumah tinggal serta satu bangunan pabrik konveksi tersebut.
Penanganan Petugas Kebakaran
Dalam proses pemadaman yang dilakukan Jumat lalu, petugas mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran. Dari Pemadam Pusat di Makodamkar, Cikarang Barat, ke lokasi. Petugas Damkar, Bapak Wawan, mengonfirmasi tantangan teknis yang mereka hadapi saat proses pemadaman berlangsung.
“Aksesnya sulit, sumber air jauh, dan jalan sempit,” ungkap Bapak Wawan terkait kendala yang dihadapi di lapangan.
Walaupun sempitnya akses jalan menuju titik api, dan jarak sumber air yang jauh. Sempat membuat situasi di lapangan menjadi mencekam, petugas pemadam kebakaran tetap berupaya keras. Hingga akhirnya berhasil menjinakkan, serta menguasai kobaran api sepenuhnya.
Ayub Juanda selaku Ketua RT, yang juga menjadi warga terdampak langsung. Karena rumah pribadinya berada dalam satu atap dengan pabrik tersebut, ia juga memastikan bahwa peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
- Penulis: Dwi Mutiara

Saat ini belum ada komentar