Kali Bekasi Menghitam, DLH Telusuri Sumber Pencemaran
- account_circle Dwi Mutiara
- calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kondisi air Kali Bekasi di sekitar Jembatan Jalan M Hasibuan, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (5/8/2026), tampak berwarna hitam pekat dan dipenuhi busa putih. | Sumber:(KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cibitunghitz.com, Bekasi – Kondisi Kali Bekasi berubah menjadi hitam pekat, berbusa, dan mengeluarkan bau menyengat sejak Selasa (4/8/2026). Perubahan tersebut menurunkan kualitas air baku Perumda Tirta Patriot. Karena itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mengimbau masyarakat agar untuk sementara tidak menggunakan air PDAM sebagai air minum. Maupun untuk memasak, hingga pemerintah memastikan kualitas air kembali aman.
DLH Kota Bekasi langsung melakukan inspeksi lapangan setelah menerima laporan masyarakat. Petugas kemudian mengambil sampel air, menguji kualitas air di laboratorium, dan menelusuri aliran sungai untuk mencari sumber pencemaran yang diduga berasal dari wilayah hulu di Kabupaten Bogor.
DLH Nyatakan Kali Bekasi Mengalami Pencemaran Berat
Hasil uji laboratorium menunjukkan kualitas air Kali Bekasi masuk kategori pencemaran berat. DLH Kota Bekasi menemukan sejumlah parameter kualitas air yang melampaui baku mutu lingkungan, seperti Total Suspended Solids (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Dissolved Oxygen (DO), nikel terlarut, seng terlarut, tembaga terlarut, hingga Fecal Coliform.
Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan penurunan kualitas badan air di sepanjang aliran sungai.
“Temuan ini menunjukkan adanya pencemaran yang berpotensi menurunkan kualitas badan air di sepanjang aliran sungai,” ujar Kiswatiningsih, Rabu (5/8/2026).
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup sekaligus Penegakan Hukum DLH Kota Bekasi, Wulan Agustina, meminta masyarakat tidak menggunakan air sungai maupun air yang diduga tercemar untuk kebutuhan konsumsi hingga pemerintah menyatakan kondisi air kembali aman. DLH juga meminta pelanggan Perumda Tirta Patriot mengikuti informasi resmi mengenai kualitas air yang Perumda Tirta Patriot salurkan kepada masyarakat.
Perumda Tirta Patriot Perketat Pengolahan Air Baku
Pencemaran di Kali Bekasi memaksa Perumda Tirta Patriot memperketat proses pengolahan air baku. Manajer Produksi Perumda Tirta Patriot, Ahmad Giri Widodo, menjelaskan petugas menambah proses aerasi, meningkatkan penggunaan bahan kimia, dan memperketat pemantauan kualitas air agar perusahaan tetap dapat menyalurkan air kepada pelanggan.
Meski Perumda Tirta Patriot masih menyalurkan air kepada pelanggan, perusahaan meminta masyarakat hanya menggunakan air tersebut untuk mandi, mencuci, dan membilas. Perusahaan juga mengimbau pelanggan untuk sementara tidak memanfaatkan air PDAM sebagai air minum maupun untuk memasak hingga pemerintah menyatakan kualitas air benar-benar aman.
DLH Kabupaten Bogor Identifikasi Lima Perusahaan
DLH Kabupaten Bogor menelusuri dugaan sumber pencemaran di sepanjang Sungai Cileungsi yang bermuara ke Kali Bekasi. Petugas mengambil sampel air dan memeriksa sejumlah perusahaan di sekitar aliran sungai.
Kepala DLH Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi lima perusahaan yang diduga menjadi penyebab pencemaran. Namun, ia menegaskan jumlah tersebut masih bersifat sementara karena pemerintah masih menunggu hasil uji laboratorium.
“Ini kan baru lima ya, lima itu kan tentatively. Karena nanti kan setelah ada hasil laboratorium baru kita panggil satu-satu. Ini bisa bertambah atau berkurang,” kata Teuku Mulya, Kamis (6/8/2026).
DLH Kabupaten Bogor belum mengungkap identitas kelima perusahaan tersebut. Pemerintah akan memanggil seluruh perusahaan yang diduga terlibat setelah menerima hasil pemeriksaan laboratorium.
DLH Siapkan Sanksi hingga Pencabutan Izin
DLH Kabupaten Bogor menegaskan akan menjatuhkan sanksi kepada perusahaan jika hasil laboratorium membuktikan mereka mencemari sungai. Pemerintah akan memberi kesempatan kepada perusahaan untuk memperbaiki sistem pengelolaan limbah. Namun, jika perusahaan tetap melanggar, pemerintah akan menjatuhkan sanksi administratif hingga mencabut izin usahanya.
“Kalau dalam jangka waktu tertentu mereka tidak memperbaiki, maka kita akan cabut izinnya. Kalau masih melakukan kegiatan dan tidak mengindahkan, maka kita laporkan kepada aparat penegak hukum untuk dilakukan mekanisme hukum lingkungan yang berlaku,” tegas Teuku Mulya.
DLH Kabupaten Bogor memperkirakan laboratorium akan menerbitkan hasil uji dalam waktu sekitar dua pekan. Selama proses tersebut berlangsung, petugas terus mengawasi aliran Sungai Cileungsi hingga Kali Bekasi untuk mencegah pembuangan limbah yang dapat memperparah pencemaran.
Kondisi Kali Bekasi Mulai Membaik
Pantauan pada Kamis (6/8/2026) menunjukkan kondisi Kali Bekasi mulai membaik. Air yang sebelumnya berwarna hitam pekat kini berangsur berubah menjadi cokelat. Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa perubahan warna air belum dapat menjadi acuan bahwa kualitas air telah pulih sepenuhnya.
DLH Kota Bekasi bersama DLH Kabupaten Bogor masih terus memantau kualitas air, menunggu hasil uji laboratorium, memastikan penyebab pencemaran, serta menentukan langkah penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab.
- Penulis: Dwi Mutiara

Saat ini belum ada komentar