Pemkab Bekasi Gerak Cepat Atasi Irigasi Tersendat di Pebayuran
- account_circle Dwi Mutiara
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja melakukan peninjauan sedimentasi dan eceng gondok yang menghambat aliran air di BKG 15 dan 16 Desa Kertasari, Kec. Pebayuran. Selasa (28/07/2026). Foto : Jaja Jaelani/Diskominfosantik
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cibitunghitz.com, Bekasi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi bergerak cepat merespons keluhan petani yang menghadapi kekeringan akibat kerusakan dan pendangkalan infrastruktur irigasi. Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, langsung memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik Bendung Kedung Gede (BKG) di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (28/7).
Asep Surya Atmaja menindaklanjuti aspirasi petani Pebayuran terkait kekeringan lahan pertanian sekaligus mengecek kondisi saluran irigasi yang tersendat. Hasil peninjauan menunjukkan sejumlah titik mengalami penyumbatan dan kerusakan infrastruktur. Kondisi tersebut menghambat aliran air menuju area persawahan warga, termasuk di wilayah BKG 16-25 dan BKG 38, Desa Karangharja.
Petani Keluhkan Lambatnya Penanganan
Saat meninjau lokasi, Plt Bupati mendengarkan langsung keluhan petani setempat. Mereka mengaku telah berulang kali menyampaikan laporan mengenai kondisi irigasi, tetapi instansi terkait belum memberikan penanganan secara maksimal.
“Saya sudah berkali-kali, Pak, ya. Udah saya videokan, bahkan mohon maaf, Pak, mungkin ada yang survei juga, Pak, dari kecamatan, dari pertanian, Pak, ke situ, Pak. Tapi tidak ada pelaksanaannya, Pak. Tidak pernah terealisasi, ” ujar perwakilan Petani Kecamatan Pebayuran.
Menanggapi keluhan tersebut, Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja menegaskan bahwa dirinya turun langsung ke lapangan untuk memastikan titik-titik yang menghambat aliran air. Ia juga meminta jajarannya segera mengambil tindakan konkret.
“Makanya hari ini saya lihat, mana saja titik-titik yang memang nanti hambatan untuk nyawa, betul kan? Nah, makanya sekarang yang di daerah mana, ayo kita samperin,” tegasnya.
Normalisasi Atasi Kekeringan dan Antisipasi Banjir
Plt Bupati menjelaskan bahwa normalisasi saluran irigasi memiliki dua fungsi penting. Pemerintah melakukan normalisasi untuk memperlancar aliran air ke lahan pertanian selama musim kemarau. Langkah tersebut sekaligus membantu pemerintah mengantisipasi banjir saat musim penghujan.
“Pastinya kita nggak mau petani mengalami kekeringan satu. Di kala musim hujan, kita nggak mau wujudnya juga kebanjiran. Jadi kita sekarang lagi kena badai El Nino, sebutnya ya. Nah, sekarang normalisasi itu fungsinya itu, di kala kita normalisasi untuk keringan, insya Allah air akan mengalir dengan bagus. Di kala hujan yang lebat, insya Allah sungainya bisa menampung air yang banyak,” ujarnya.
Pemkab Bekasi Percepat Koordinasi Normalisasi
Pemerintah Kabupaten Bekasi akan segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan P3A untuk mempercepat normalisasi saluran irigasi yang mengalami pendangkalan parah.
Langkah cepat Pemkab Bekasi pada Selasa (28/7) mendapat sambutan positif dari para petani. Mereka berharap pemerintah segera memulihkan aliran air agar pasokan untuk lahan pertanian kembali normal.
- Penulis: Dwi Mutiara

Saat ini belum ada komentar