Wakil Wali Kota Bekasi Buka Bekasi PRIDE Award 2026 untuk Pacu Inovasi Daerah
- account_circle Syifa Salsa Rahmadhani
- calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cibitunghitz.com, Bekasi – Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, resmi membuka Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) 2026. Selain itu, ia secara resmi membuka sesi Penjurian Bekasi PRIDE Award 2026 pada Rabu (5/8). Perhelatan tahunan yang berlangsung di Kota Bekasi ini digagas oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida). Bahkan, ajang bergengsi ini menghadirkan perwakilan akademisi, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta para inovator lokal.
Kemudian, ajang inovasi daerah ini bertujuan memperkuat budaya riset di tingkat akar rumput. Di samping itu, kegiatan ini memacu pemanfaatan teknologi tepat guna secara berkelanjutan. Langkah strategis ini sangat penting untuk mendukung percepatan pembangunan kota.
“Ajang ini mencerminkan kebanggaan masyarakat Kota Bekasi. Sebab, kota kita menjadi rumah bagi para inovator, peneliti, dan generasi muda yang kreatif,” ujar Abdul Harris Bobihoe saat membuka acara.
Sesi Penjurian Bekasi PRIDE Award 2026 Dorong Kebijakan Berbasis Riset
Sementara itu, Abdul Harris Bobihoe meminta seluruh jajaran pemerintah daerah meninggalkan cara-cara konvensional. Oleh sebab itu, pemerintah perlu mengedepankan kebijakan berbasis data dan riset ilmiah (evidence-based planning).
Langkah tersebut sangat penting demi menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat. Sebab, hasil riset akademis dan inovasi teknologi harus menjawab berbagai persoalan warga perkotaan.
“Keberhasilan inovasi tidak sekadar terukur dari kecanggihan teknologi. Namun, inovasi harus mampu menyelesaikan persoalan warga dan meningkatkan kualitas pelayanan publik secara langsung,” tegas Bobihoe.
Dorong Kolaborasi Pelajar, Mahasiswa, dan Posyantek
Di sisi lain, Wakil Wali Kota mengajak para pelajar, mahasiswa, dan pengurus Posyantek tampil aktif. Selanjutnya, mereka perlu memanfaatkan sesi penilaian juri ini secara maksimal. Sebab, masukan dari para ahli nasional akan menyempurnakan karya inovasi mereka.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bekasi siap memfasilitasi karya-karya terbaik peserta. Bahkan, hasil inovasi terbukti tidak boleh berhenti pada tahap kompetisi atau pameran saja. Pemerintah daerah siap mendampingi proses pendaftaran hak kekayaan intelektual hingga penerapan di lapangan.
“Oleh sebab itu, kami berharap ajang Bekasi PRIDE Award 2026 ini memperkuat kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat sangat penting demi mewujudkan Kota Bekasi yang maju, cerdas, serta adaptif,” pungkasnya.
- Penulis: Syifa Salsa Rahmadhani

Saat ini belum ada komentar