Normalisasi Kali CBL Sepanjang 16 KM Dikebut Pemkab Bekasi
- account_circle Dwi Mutiara
- calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja didampingi Sekretaris Dinas SDA-BMBK Kabupaten Bekasi Denny Rusnandi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Camat, meninjau progres pelaksanaan normalisasi Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Selasa, (13/10/2026). | Sumber: bekasikab.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cibitunghitz.com, Bekasi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mempercepat pengerjaan proyek normalisasi sungai sepanjang 16 kilometer di aliran Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL). Pemkab Bekasi menargetkan langkah strategis ini rampung pada akhir Desember 2026 guna menekan risiko banjir akibat pendangkalan sungai jelang datangnya musim penghujan.
Langkah Tegas dan Peninjauan Langsung Lapangan
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, meninjau langsung progres pengerjaan di lapangan, salah satunya di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, serta kawasan sekitar pada Selasa (13/10/2026). Langkah ini bertujuan memastikan seluruh pengerjaan berjalan sesuai target dan spesifikasi teknis.
Sebelum menerjunkan alat berat untuk mengeruk sungai, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi bersama instansi terkait menertibkan bangunan liar di sepanjang bantaran sungai. Penertiban ini membuka akses pengerjaan sekaligus mengembalikan fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagaimana mestinya.
Skema Pembagian Kerja dan Kendala Teknis
Pemkab Bekasi membagi proyek normalisasi Kali CBL ke dalam dua paket utama:
Paket Pertama (Cikarang Barat – Jembatan Pulo Puter)
Rute/Segmen: Menjangkau Desa Kalijaya (Cikarang Barat) hingga Jembatan Pulo Puter, Desa Srimahi (Tambun Utara) sepanjang 10 km.
Waktu Pelaksanaan: Berlangsung sejak 1 September hingga 29 Desember 2026.
Progres & Armada: Dengan mengerahkan 11 unit ekskavator, tim di lapangan telah menyelesaikan pengerukan sepanjang lebih dari 950 meter.
Paket Kedua (Jembatan Pulo Puter – Sukawangi)
Rute/Segmen: Membentang dari Jembatan Pulo Puter hingga Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi sepanjang 6 km.
Waktu Pelaksanaan: Berlangsung sejak 31 Agustus hingga 28 Desember 2026.
Progres & Armada: Dengan mengoperasikan 10 unit ekskavator, tim telah menuntaskan pembersihan sekitar 2.450 meter aliran sungai.
Sekretaris Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi, Denny Rusnandi, menjelaskan bahwa Kali CBL mengalami pendangkalan parah karena pemerintah belum pernah menormalisasi sungai ini sejak awal pembangunan. Selain endapan lumpur dan tumpukan sampah, petugas di lapangan juga menghadapi kendala berupa tanah rawan longsor di sekitar Jembatan Pulo Puter.
Peningkatan Infrastruktur Irigasi, Jalan Tani, dan Peran CSR
Selain memfokuskan perhatian pada Kali CBL, Pemkab Bekasi juga membenahi kawasan irigasi Kali Butek dan Kampung Pulo Glatik di perbatasan Kecamatan Sukakarya dan Cabangbungin. Langkah ini merespons langsung keluhan warga mengenai jalan usaha tani yang rusak serta saluran irigasi yang menyempit.
Perbaikan Jalan: Pemkab Bekasi meminta perusahaan terkait bertanggung jawab atas kerusakan jalan yang timbul akibat aktivitas proyek. Pemerintah mendorong perbaikan jalan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan agar tidak membebani APBD.
Normalisasi Humanis: Pemkab Bekasi menata dan menertibkan bangunan yang menyempitkan saluran air secara humanis berdasarkan hasil kajian teknis.
Pendampingan Petani: Pemerintah menggandeng Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) untuk memberikan edukasi mengenai tingkat keasaman tanah (pH) dan teknik budidaya padi kepada para petani.
Komitmen Realisasi Anggaran
Plt. Bupati Bekasi menegaskan komitmennya untuk memantau pengerjaan proyek ini secara berkala. Pemkab Bekasi menargetkan penyerapan anggaran pada Dinas SDA-BMBK mencapai 97% hingga mendekati 100% pada akhir tahun.
“Pemerintah Kabupaten Bekasi terus bekerja. Kami ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya dalam mengantisipasi banjir saat musim penghujan,” ujar Asep Surya Atmaja.
- Penulis: Dwi Mutiara

Saat ini belum ada komentar