Targetkan 50-100 Sekolah Rakyat Beroperasi Agustus 2026
- account_circle Dwi Mutiara
- calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi. Foto: Septian/Gobekasi.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cibitunghitz.com, Bekasi – Program “Sekolah Rakyat” yang digagas pemerintah, kini menunjukkan perkembangan signifikan. Dalam upaya mempercepat akses pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan. Pemerintah targetkan ribuan anak, dapat mengenyam pendidikan.
Terbukti hingga Agustus 2026, tercatat lebih dari 43.000 anak yang dulunya hanya hidup di jalanan kini telah menikmati kesempatan belajar di bangku sekolah.
Pemerintah tidak sekadar menyediakan akses belajar, tetapi juga memberikan fasilitas tempat tinggal. Makanan, layanan kesehatan, serta berbagai penunjang pembelajaran lainnya bagi para siswa.
Visi Besar dan Targetkan Pembangunan Infrastruktur
Langkah progresif ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Saat ini, pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur pendidikan dengan target jangka panjang. Untuk memberikan manfaat kepada lebih dari 150.000 siswa kurang mampu, melalui jaringan sekolah permanen yang diproyeksikan rampung pada tahun 2027.
Program Strategi Percepatan
Sebagai langkah percepatan, pemerintah menargetkan sekitar 50 hingga 100 sekolah rintisan untuk mulai beroperasi aktif pada akhir Agustus 2026. Pemerintah merancang skema sekolah rintisan ini sebagai solusi cepat agar anak-anak dapat segera mengenyam pendidikan tanpa harus menunggu penyelesaian pembangunan fisik gedung sekolah permanen.
Kesiapan Operasional di Lapangan
Terkait kesiapan operasional ini, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pemerintah akan segera meninjau langsung fasilitas di sekolah-sekolah rintisan tersebut.
“Minggu depan kita lihat sekolah yang baru. Jadi mulai aktif itu akhir Agustus setelah 17-an, di hampir ya 50 sampai 100 sekolah baru akan jadi di seluruh Indonesia.” ujar Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet RI (11/08/2026).
- Penulis: Dwi Mutiara

Saat ini belum ada komentar